Api Mendekati 800 Meter dari Gua Maros-Pangkep

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Indonesia pada Oktober 2026 kini mengancam warisan manusia tertua di dunia. Di Sulawesi Selatan, asap mengepul di atas lanskap karst Maros-Pangkep, kawasan yang menyimpan lukisan gua prasejarah tertua yang pernah ditemukan.

Laporan Reuters pada 23 Oktober 2026 menyebutkan api sempat membakar di dekat salah satu gua di Maros-Pangkep selama lebih dari sepekan pada awal bulan itu. Pemadam kebakaran Muhammad Ikfar mengatakan api mendekati gua hingga jarak 800 meter, sementara petugas berupaya memadamkannya di tengah asap yang menyelimuti kawasan tersebut.

Lukisan 67.800 Tahun dan 51.200 Tahun

Dua angka penanggalan membuat ancaman ini luar biasa. Cap tangan berwarna kemerahan di sebuah gua di Pulau Muna, lepas pantai Sulawesi, diperkirakan berusia minimal 67.800 tahun. Sementara itu, lukisan yang menggambarkan figur mirip manusia berinteraksi dengan seekor babi di Maros-Pangkep diperkirakan berusia minimal 51.200 tahun.

Kedua penanggalan itu berasal dari penelitian Universitas Griffith, Australia. Usia tersebut menempatkan seni gua Sulawesi sebagai yang tertua di dunia, jauh lebih tua daripada banyak lukisan gua terkenal di Eropa, sehingga kerusakannya akan menjadi kehilangan yang tidak dapat diperbaiki.

Panas dan Jelaga, Ancaman yang Tak Terlihat

Bahaya terbesar justru bukan api yang menyentuh langsung dinding gua. Arkeolog Universitas Griffith, Basran Burhan, menjelaskan bahwa panas adalah efek pertama dan paling merusak karena mengubah suhu di sekitar lukisan dan mempercepat proses korosi.

Asap kebakaran juga meninggalkan jelaga yang menutupi permukaan lukisan. Lapisan itu membuat gambar purba menjadi buram dan sulit dikenali, padahal justru detail gambar itulah yang dipelajari para arkeolog untuk memahami kehidupan manusia puluhan ribu tahun lalu.

Karhutla Terparah Sejak 2015

Indonesia disebut menghadapi kebakaran hutan dan lahan paling intens sejak 2015, dipicu El Nino parah yang menaikkan suhu dan mengurangi curah hujan sehingga hutan dan lahan gambut mudah terbakar. Sumatra dan Kalimantan menjadi wilayah terdampak terparah, tetapi api juga menyebar ke Sulawesi, termasuk kawasan gua di Sulawesi Selatan.

Data petugas menyebut lebih dari 270 hektare kawasan taman nasional di sekitar Maros-Pangkep terbakar pada 30 September hingga 18 Oktober 2026. Kawasan itu merupakan taman nasional sekaligus UNESCO Global Geopark, penanda pentingnya lanskap karst tersebut bagi dunia.