Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Jokowi menyebut isu ijazah yang menyeret namanya sebagai operasi politik untuk menjatuhkan reputasinya. (Sumber: Sekretariat Presiden RI via Wikimedia Commons)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo menilai polemik ijazah yang menyeret dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai operasi politik untuk menurunkan reputasi politik seseorang, dengan adanya penumpang gelap yang menunggangi isu tersebut.
Fakta Utama
Joko Widodo menyampaikan kenyataan itu ketika ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumaat (16/10/2026).
Jokowi menyebut polemik ijazah dirinya dan Wapres Gibran Rakabuming Raka sebagai operasi politik yang ditunggangi penumpang gelap.
Jokowi menilai isu itu boleh dieksploitasi untuk menurunkan reputasi politik seseorang, dengan sasaran dirinya mahupun Gibran.
Apabila ditanya siapa sasarannya, Jokowi menjawab kedua-duanya berpotensi menjadi sasaran polemik tersebut.
Jokowi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan polemik tersebut dan menyebutnya hal biasa.
Berhubung rancangan untuk membawa persoalan itu ke MPR, Jokowi meminta semua pihak menempuh mekanisme demokrasi selaras dengan perlembagaan.
Belum ada komen. Jadilah yang pertama!