Kebakaran Bermula Kamis Malam

Kebakaran besar melanda fasilitas pengolahan ban bekas milik CV Laju Jaya Energi di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sejak Kamis malam (22/10/2026). Api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan fasilitas tersebut.

Api yang semula kecil kemudian merambat dengan cepat ke tumpukan ban bekas hingga membesar dan sulit dikendalikan. Pantauan di lokasi menunjukkan kobaran api besar disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara, dengan panas terasa hingga radius sekitar 50 meter.

Sejumlah pekerja berada di area gudang saat api pertama muncul. Mereka langsung menyelamatkan diri ke luar gudang dan menjauh dari lokasi kebakaran, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kebakaran 10 Ribu Ton Ban Bekas di Mojokerto, Api Belum Padam
Kobaran api melalap tumpukan ban bekas yang hampir mencapai 10.000 ton di area seluas 1,2 hektare. (Foto: Informasi.com)

10 Ribu Ton Ban Hangus, Kerugian Rp2,5 Miliar

Menurut keterangan bagian administrasi perusahaan yang disampaikan kepada polisi, jumlah ban yang terbakar mendekati 10.000 ton dengan luas area terdampak sekitar 1,2 hektare. Nilai kerugian sementara ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.

Untuk menangani kebakaran, sebanyak 20 truk pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas juga menggunakan ekskavator untuk membuat sekat selebar 10-15 meter antara area yang terbakar dan tumpukan ban yang belum terbakar agar api tidak merambat.

Kapolsek Trowulan Kompol Gusti Ngurah Ketut memperkirakan proses pemadaman membutuhkan waktu satu hingga dua hari karena banyaknya tumpukan ban yang terbakar dan meleleh. "Paling (pemadaman) satu dua hari, paling besok atau lusa. Karena ban itu meleleh, habis itu luasnya yang terbakar itu 1,2 hektare," ujar Gusti Ngurah Ketut.

Api Sempat Mengancam SPBU Terdekat

Fokus utama aparat adalah mencegah api merembet ke SPBU yang berada di dekat lokasi. Tumpukan ban yang berada di dekat SPBU segera dipindahkan dan lahan dikosongkan sebagai sekat, menurut Kapolsek Trowulan.

Unsur TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 542/Arya Tadah juga dikerahkan membantu proses pemadaman bersama Polri, petugas pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat.

Penyebab kebakaran masih digali polisi dan belum dipastikan. "Apakah dari puntung rokok atau pembakaran sampah, kami juga belum tahu. Kami gali dulu penyebabnya," ujar Gusti Ngurah Ketut.