Pagi di Riyadh: dua ledakan dan alarm
Sabtu pagi di Riyadh diawali bunyi ledakan. Dua ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi itu di tengah serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman. Otoritas Saudi mengaktifkan sistem peringatan dini agar warga waspada terhadap potensi ancaman.
Laporan televisi Indonesia tvOne menggambarkan pertahanan Saudi sempat dijebol, dengan alarm yang langsung berbunyi di wilayah Riyadh. Hingga laporan itu dibuat, belum ada laporan korban jiwa dari sisi Saudi atas insiden pagi tersebut.
Siang di Sanaa: rumah dan pabrik semen dihantam
Balasan Saudi datang pada hari yang sama. Pesawat-pesawat tempur Saudi melancarkan serangkaian serangan udara ke Sanaa dan kegubernuran sekitarnya. Kantor berita Saba melaporkan sebuah rumah di kawasan Asir hancur dan menewaskan empat orang.
Serangan lain menghantam pabrik semen sipil di distrik Hamdan, menimbulkan korban di kalangan pekerja dan warga sekitar. Laporan tvOne menyebut sedikitnya tiga orang tewas dalam gelombang serangan itu, sementara jumlah korban luka masih didata.
Konteks: klaim empat target dan bandara Dammam
Eskalasi Sabtu itu tidak berdiri sendiri. Dua hari sebelumnya, juru bicara Houthi mengklaim kelompoknya meluncurkan empat rudal balistik dan sejumlah drone bunuh diri ke empat target Saudi: Kementerian Pertahanan di Riyadh, Bandara King Fahd di Dammam, fasilitas Aramco di Yanbu, dan Bandara Abha.
Klaim itu belum dikonfirmasi resmi oleh Saudi. Namun serangan ke Bandara King Fahd di Dammam sebelumnya sudah menelan korban nyata: dua orang tewas dan delapan lainnya luka-luka, menurut CNBC Indonesia. Houthi juga mengklaim menyerang Aden pada Sabtu, setelah menuding Riyadh melakukan serangan.
Latar konfliknya sudah panjang: perang Yaman berlangsung sejak Houthi merebut Sanaa pada 2014, dan gencatan senjata rapuh tahun 2022 runtuh pada Juli 2026. Eskalasi terbaru ini menambah kekhawatiran akan jatuhnya lebih banyak korban sipil di kedua sisi.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!