DNKK Resmi Dibentuk

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Convention Centre, Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine bersama para kepala daerah yang hadir.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026... saya resmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan," ujar Prabowo. DNKK dipimpin langsung oleh Presiden dengan ketua harian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Wakil ketuanya adalah Friderica Widyasari Dewi (OJK), Destry Damayanti (Gubernur BI), Tito Karnavian (Mendagri), dan Suahasil Nazara (Wakil Menteri Keuangan). Lembaga ini sebelumnya bernama Dewan Nasional Keuangan Inklusif, yang kemudian diubah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2026.

Target Kredit Rp400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga

Dalam kesempatan itu Prabowo memaparkan capaian penyaluran kredit produktif sebesar Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur selama Agustus hingga Oktober 2026. Tahun depan, target penyaluran dipatok jauh lebih besar: Rp400 triliun untuk sekitar 28 juta keluarga.

Saat ini terdapat 552 TPAKD yang tersebar di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota. Tingkat literasi keuangan masyarakat tercatat 69 persen, sementara inklusi keuangan sudah menembus 93 persen — melampaui target RPJMN sebesar 93 persen pada 2029.

"Kita akan fokus sekarang untuk menggerakkan ekonomi tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah," kata Prabowo, sejalan dengan tema rakornas tahun ini: "Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia".

TPAKD berperan sebagai motor percepatan akses keuangan di daerah, mulai dari pembiayaan usaha mikro dan kecil hingga edukasi keuangan bagi masyarakat pedesaan. Dengan struktur baru DNKK, Prabowo ingin memastikan target besar penyaluran kredit benar-benar menyentuh ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.

Candaan untuk KSP Sigit

Momen yang paling ramai diperbincangkan justru terjadi saat Prabowo menyapa Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo — mantan Kapolri yang dilantik menjadi KSP pada 1 Oktober 2026. Saat memperkenalkan Sigit di depan peserta, Prabowo berkelakar soal kesamaan nama belakang mereka.

"Karena namanya Prabowo jadi nggak boleh jauh-jauh. Deket aja terus," kata Prabowo, disambut tawa para gubernur, bupati, dan wali kota yang hadir.