Danantara Masuk Pasar
Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia resmi turun tangan menenangkan pasar modal. Sovereign wealth fund tersebut mengumumkan telah mulai membeli saham-saham di Bursa Efek Indonesia dalam dua hari terakhir, dengan fokus utama pada saham badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilainya berfundamental kuat dan bervaluasi menarik.
Pengumuman itu disampaikan Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Menurut Pandu, keputusan membeli diambil setelah menilai adanya kesenjangan antara isu yang berkembang di pasar dan kondisi fundamental emiten tercatat.
"Sejak kemarin dan hari ini, kami sudah mulai membeli saham-saham yang kami anggap efektif, dan kami akan teruskan selama harganya menarik dan prospeknya bagus," ujar Pandu.
Respons atas Tekanan MSCI
Aksi beli Danantara datang di tengah tekanan jual berat yang dipicu peringatan MSCI pada Jumat (16/10/2026). Penyedia indeks global itu membuka kemungkinan menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, yang memicu kekhawatiran investor asing.
Pada 16 Oktober, IHSG anjlok sekitar 11,6 persen dalam satu hari perdagangan. Tekanan berlanjut pada awal pekan, dengan indeks sempat menyentuh level 4.996 pada Senin (19/10/2026).
Pandu menilai isu yang berkembang di Kuala Lumpur, Malaysia, berbeda dengan kondisi perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia. Karena itu, Danantara menilai setiap perusahaan berdasarkan fundamentalnya masing-masing. "Kami selalu berorientasi pada profit. Dari sisi risk-reward, kami melihat peluang menarik saat ini," katanya.
Lewat Manajer Investasi Profesional
Managing Director Investasi PT Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja menjelaskan Danantara tidak memilih saham secara langsung. Lembaga itu bekerja sama dengan manajer investasi profesional, baik domestik maupun internasional, yang sebelumnya telah melewati proses due diligence menyeluruh.
Sinyal aksi beli sebenarnya sudah disampaikan lebih dulu oleh Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria pada Senin (19/10/2026). "Kalau bagus, kami beli, khususnya saham BUMN. Kami akan tingkatkan kepemilikan," ujar Dony saat itu.
Pada perdagangan Kamis (22/10/2026), IHSG menunjukkan pemulihan. Setelah sempat dibuka melemah hingga 2 persen, indeks berbalik menguat sekitar 1 persen ke level 5.381,43 pada pukul 09.56 WIB. Danantara menegaskan pembelian akan terus dilakukan selama peluang dengan profil risiko-imbal hasil yang menarik masih tersedia.






Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!